Persatuan bangsa Indonesia yang memiliki beragam budaya kini
semakin terancam oleh kepentingan politik semata. Atas hal ini, Nahdlatul Ulama
(NU) dan sejumlah budayawan menilai Tanah Air serta budaya harus
didahulukan.
Diskusi bertema "Meneguhkan Kebudayaan Bangsa
Memperkuat Keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia" tersebut
diikuti sejumlah kalangan. Di antaranya Ketua PBNU Said Aqil Siradj, Ketua
Pepabri Agum Gumelar, budayawan Harry Tjan Silalahi, dan budayawan Sujiwo Tejo.
Atas pertemuan ini, NU dan budayawan sepakat bahwa Tanah Air
dan budaya harus lebih didahulukan. Pemerintah pun diminta untuk lebih
mengutamakan persatuan budaya Indonesia yang beragam.
Sementara itu, diskusi kebangsaan ini juga
dimeriahkan dengan sejumlah kesenian. Di antaranya adalah musik karawitan.
Komentar
Posting Komentar